RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata <p align="justify"><strong>RENATA</strong> adalah jurnal pengabdian masyarakat untuk semua masyarakat Indonesia. Jurnal ini yang tidak terbatas pada kalangan akademisi, peneliti, dan mahasiswa. Namun, jurnal inipun mencakup pada kelompok keilmuan, lembaga profesi, atau kalangan masyarakat lain yang membutuhkan publikasi dari kegiatan sosial kemasyarakatan, pengabdian kepada masyarakat, atau jenis social community services lainnya. <strong>RENATA</strong> yang di kelola oleh tim editor profesional yang dapat memberikan pengalaman publikasi jurnal pengabdian kepada masyarakat. <strong>RENATA</strong> menerbitkan naskah pengabdian kepada masyarat sebanyak tiga kali dalam satu tahun yaitu pada periode APRIL, AGUSTUS dan DESEMBER dan memiliki ISSN 2987-9736. <strong>RENATA</strong> telah terakreditasi SINTA 5 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 156/C/C3/KPT/2026 tanggal 7 April 2026. <a href="https://arjuna.kemdiktisaintek.go.id/#/pengumuman/710" target="_blank" rel="noopener">LIhat Pengumuman</a></p> en-US editor@jurnalpkm.id (Dr. Mulki Indana Zulfa, ST. MT.) support@jurnalpkm.id (Technical Support RENATA) Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Efektivitas Sosialisasi Pemanfaatan KMS Online Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/341 <p>Pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu memerlukan pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) Online yang efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan pengetahuan kader dalam menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sosialisasi pemanfaatan KMS Online terhadap peningkatan pengetahuan kader Posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental <em>one group pretest–posttest</em> pada 17 kader Posyandu di Balai Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan kader sebelum dan sesudah sosialisasi (Z = -1,000; Asymp. Sig. 2-tailed = 0,317; p &gt; 0,05), dengan 16 dari 17 kader (94,1%) tidak mengalami perubahan skor akibat <em>ceiling effect</em>. Dapat disimpulkan bahwa sosialisasi KMS Online tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap peningkatan skor pengetahuan, melainkan lebih berperan sebagai upaya pemantapan pengetahuan kader yang sebagian besar telah memiliki pemahaman baik sejak awal.</p> Shihabuddin Musthofa A. Y. A, Tria Febriana Nurjannah, Rahma Widia Wati, Nabila Nurul Faiza, Sean Maharani Suseno, Cindy Primayani Putri, Rofiana Sholekah, Vina Anggita Ningtyas, Septia Wahyu Saputra, Yuda Ningtyas, Aqeel Hanif Faizullah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/341 Wed, 02 Sep 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Peningkatan Kesadaran Dan Kesiapan Keamanan Siber Pada Pelaku UMKM Berdasarkan Kerangka Kerja NIST https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/347 <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat bergantung pada ketersediaan, kerahasiaan, dan integritas data dalam menjalankan operasional bisnisnya sehari-hari. Di era digital saat ini, ketergantungan pada teknologi informasi semakin tinggi, namun hal ini sering kali tidak diimbangi dengan pengetahuan keamanan yang memadai. Keterbatasan sumber daya finansial, kurangnya tenaga ahli TI, dan rendahnya literasi digital kerap kali membuat UMKM menjadi target empuk bagi berbagai ancaman serangan siber yang terus berkembang pesat, seperti <em>ransomware</em>, <em>phishing</em>, dan pencurian data. Makalah ini menyajikan secara komprehensif hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan utama untuk meningkatkan kesadaran keamanan informasi (<em>information security</em> atau <em>InfoSec</em>) pada pelaku UMKM. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan NIST <em>Cybersecurity Framework</em> dan prinsip dasar perlindungan data yakni segitiga CIA (<em>confidentiality</em>, <em>integrity</em>, <em>availability</em>). Kegiatan pendampingan ini melibatkan partisipasi aktif dari 10 pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Banyumas dan Purbalingga yang mayoritas bergerak di sektor industri kreatif, kuliner, dan kerajinan. Berdasarkan evaluasi menggunakan instrumen <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, program ini mencatatkan keberhasilan berupa peningkatan pemahaman yang sangat signifikan mengenai konsep dasar dan identifikasi ancaman siber. Rata-rata ketepatan pemahaman konseptual peserta meningkat tajam dari angka awal 25% menjadi 96% pascapelatihan. Selain itu, makalah ini juga mengevaluasi secara mendalam tingkat kesiapan praktis UMKM pada empat pilar mitigasi utama: penggunaan kata sandi yang kuat disertai <em>multi-factor authentication</em> (MFA), disiplin dalam pembaruan perangkat lunak secara berkala, teknik mitigasi <em>phishing</em>, serta metode penyimpanan dan pencadangan data yang aman berbasis awan (<em>cloud</em>). Hasil analisis akhir menunjukkan bahwa meskipun fondasi kesadaran dasar telah berhasil dibangun dengan sangat baik melalui metode pendekatan gamifikasi (seperti kuis interaktif dan <em>word search</em>), tahap implementasi keamanan siber yang berkelanjutan dan pelembagaan prosedur standar operasi (SOP) secara mandiri masih membutuhkan pendampingan teknis yang lebih intensif, spesifik, dan berkala di masa mendatang</p> Acep Taryana, Swahesti Puspita Rahayu, Dian Bestari Santi Rahayu Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/347 Fri, 21 Aug 2026 00:00:00 +0700 Fenomena Brain Rot Dan Kesehatan Mental Pada Generasi Z Khususnya Siswa Di MTS Al Falah Jatiasih, Bekasi https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/338 <p>Penggunaan media sosial yang semakin intensif di kalangan remaja memberikan dampak positif sekaligus negatif terhadap kesehatan mental. Salah satu fenomena yang muncul akibat penggunaan media sosial secara berlebihan adalah <em>brain rot</em>, yaitu kondisi kelelahan kognitif dan emosional akibat paparan konten digital yang terus-menerus. Generasi Z sebagai kelompok yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial menjadi kelompok yang rentan mengalami gangguan seperti kecemasan, stres, penurunan konsentrasi, hingga kehilangan motivasi belajar. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan mengonsumsi konten hiburan instan dalam durasi panjang yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis dan keseimbangan emosional remaja. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan literasi digital mengenai fenomena <em>brain rot</em> serta dampaknya terhadap kesehatan mental generasi Z pada siswa MTs Al Falah Jatiasih Bekasi. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pemberian pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang sehat dan bijak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penggunaan media sosial secara berlebihan serta pentingnya mengatur waktu penggunaan media digital untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan aktivitas sehari-hari.</p> Rohmiati Sunaryo, Sri Dewiningsih, Sugeng Astanto, Syafril Tahar Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/338 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0700 Edukasi Penggunaan Skincare Yang Aman Pada Remaja Untuk Mencegah Penyalahgunaan Produk Kecantikan Di MAN 2 Lamongan https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/339 <p>Penggunaan <em>skincare</em> pada remaja semakin meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan pengaruh media sosial. Namun, kurangnya pengetahuan mengenai keamanan produk dapat menyebabkan penyalahgunaan, seperti penggunaan produk ilegal atau tidak sesuai jenis kulit yang berpotensi menimbulkan iritasi, alergi, hingga kerusakan kulit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penggunaan <em>skincare</em> yang aman di MAN 2 Lamongan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan edukatif, pemaparan materi mengenai jenis kulit dan pemilihan produk, serta diskusi interaktif dan evaluasi melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait pentingnya memilih produk yang telah terdaftar di Badan POM, memahami kandungan bahan aktif, serta cara penggunaan yang tepat. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran terhadap risiko penggunaan produk tanpa izin edar yang marak di kalangan remaja. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan skincare yang aman, sehingga dapat mencegah penyalahgunaan produk kecantikan. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung perilaku hidup sehat pada remaja</p> Diah Indah Kumala Sari, Riana Prastiwi Handayani, Megawati Megawati, Eka Shevin Noralya Safanda, Alya Nurunnisa Salsabilla, Nur Az Zahraa Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/339 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0700 Penguatan Motivasi Belajar Anak Melalui Sosialisasi Edukatif di SMK Negeri 1 Wadaslintang https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/337 <p>Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kualitas pendidikan dalam praktiknya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan kurikulum serta kesadaran dan motivasi belajar peserta didik. Realita di lapangan menunjukkan bahwa kesadaran dan motivasi belajar siswa masih rendah dan berkaitan dengan faktor sosial ekonomi serta minimnya pemahaman terhadap relevansi pembelajaran dengan realitas kehidupan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi belajar siswa. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi edukatif di SMK Negeri 1 Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan motivasi dan kesadaran belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan humanistik berbasis audiovisual dan kontekstual melalui pemaparan materi, penayangan video inspiratif, serta diskusi partisipatif yang melibatkan 420 siswa kelas XII. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya motivasi belajar serta munculnya sikap reflektif dan partisipatif selama kegiatan.</p> Ruzanna Salsabil, Muhamad Riza Chamadi, Salsabila Salma Febrianti, Renggo Harya Pandora, Saskia Zalfaa Azahra, Nailatul Farhani, Firman Ardhiansyah, Juwita Isnaina Ahnin, Tiara Anasta Safitri, Nunik Adisty, Azhar Akramul ‘Athaya, Fatimah Noor Laeli Anjani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/337 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0700 Peningkatan Literasi Perilaku Hidup Hemat Energi Pada Masyarakat Desa Klapasawit Kecamatan Kalimanah Purbalingga https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/340 <p>Peningkatan konsumsi energi listrik pada sektor rumah tangga menjadi salah satu tantangan dalam upaya mewujudkan penggunaan energi yang efisien dan berkelanjutan. Rendahnya literasi masyarakat mengenai perilaku hidup hemat energi berpotensi meningkatkan pemborosan energi serta biaya konsumsi listrik. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga mengenai pentingnya perilaku hidup hemat energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2026 di Balai Desa Klapasawit dengan peserta masyarakat desa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi mengenai praktik penggunaan energi listrik yang efisien serta pemanfaatan limbah sebagai salah satu alternatif sumber energi. Hasil kegiatan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai konsep hemat energi, penggunaan peralatan listrik secara bijak, serta penerapan perilaku sederhana seperti mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, memanfaatkan pencahayaan alami, dan mengurangi konsumsi energi yang tidak diperlukan. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap edukasi penghematan energi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi perilaku hidup hemat energi di tingkat masyarakat dan diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya hemat energi secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung konservasi energi dan pelestarian lingkungan</p> Ari Fadli, Mulki Indana Zulfa, Daru Tri Nugroho, Agung Cahyadi Putra, Eny Mahfudhoh, Muhammad Zakki Irfani, Dinda Wahyu Anggraeni Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mail.jurnalpkm.id/index.php/renata/article/view/340 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0700